Header ADS

Ternyata Kaum Habib Ba'alwi adalah Kaum Kutukan Nabi


Dewasa ini, kita sering disuguhkan dengan banyaknya perilaku-perilaku klan baalwi yang melampaui batas, entah itu baalwi garis keras maupun baalwi garis halu, dan semuanya mereka lakukan secara berjamaah seolah hal tersebut disengaja atau direncanakan oleh golongan mereka.

{tocify} $title={Daftar Isi Artikel}
Misalnya saja golongan baalwi garis keras, golongan baalwi garis keras secara membabi buta menyerang siapapun yang tidak sependapat atau sepemikiran dengan mereka ketika berada di mimbar atau majelis, termasuk menyerang pemerintah, para kyai atau alim ulama terlebih untuk orang yang awam. (Lihat Video Ceramah Habib Arogan Yang Beredar di Youtube)

Kemudian baalwi garis halu. Golongan baalwi garis halu ini pun tidak jauh berbeda dengan baalwi garis keras. Mereka secara berjamaah dan besar-besaran menyebarkan kemaluanya atau istilah tenarnya khurafat kepada orang awam (Muhibbin). Yang membedakan hanya topik pembahasannya saja, namun memiliki kesamaan dari misi dan tujuan.

Apa misi dan tujuan? Tujuan dan misinya tetep sama semua. Ingin dianggap paling mulia, paling benar, paling pemberani, paling memiliki karomah, paling wali dan lain sebagainya sehingga akan menimbulkan rasa penghormatan yang tinggi dan paling ditakuti bagi semua pengikutnya alias muki-muki. (Muhibbin)

Sayangnya hal tersebut ternyata sudah di nash kan oleh nabi 1400 tahun silam dalam hadis fitnah sarra. Jadi sebenarnya kasihan juga melihat mereka, sebab mereka (Baalwi) masuk dalam daftar golongan atau orang-orang yang di kutuk nabi, dan bagi orang-orang yang berfikir, tentunya kita akan menggali semua informasi yang pernah nabi kabarkan dan bukan malah mengingkarinya.

Apa itu Fitnah Sarra?

Fitnah Sarra adalah salah satu fitnah besar yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Fitnah ini merujuk pada suatu kondisi di mana seseorang yang mengaku sebagai keturunan Nabi (Ahlul Bait) namun perbuatannya bertentangan dengan ajaran Islam. Orang ini akan menjadi sumber fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam.

Hadis terkait Fitnah Sarra

Hadis yang paling sering dikaitkan dengan fitnah sarra adalah hadis riwayat Abu Dawud. Dalam hadis tersebut, Nabi SAW bersabda:

“Yang asap apinya muncul dari bawah kedua kaki seorang laki-laki Ahlul-bait, ia mengaku berasal dari keturunanku namun bukan bagian dari ku, sesungguhnya wali-waliku adalah orang yang bertaqwa."

Makna dan Implikasi Fitnah Sarra

Penyalahgunaan Nama Ahlul Bait: Orang yang melakukan fitnah sarra akan memanfaatkan nama baik Ahlul Bait untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Perpecahan Umat: Fitnah ini akan menyebabkan perpecahan di antara umat Islam, terutama di kalangan mereka yang sangat menghormati Ahlul Bait.
Munculnya Klaim Palsu: Orang yang melakukan fitnah sarra akan membuat klaim-klaim palsu tentang keturunannya, ajarannya, atau karomahnya.
Pentingnya Membedakan yang Benar dan Salah: Umat Islam perlu berhati-hati dan bijak dalam menilai seseorang yang mengaku sebagai keturunan Nabi. Jangan mudah terpengaruh oleh klaim-klaim yang belum tentu benar.

Ciri-ciri Orang yang Melakukan Fitnah Sarra

Mengaku Keturunan Nabi namun Perilakunya Buruk: Orang ini tidak mencerminkan akhlak dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam.
Membuat Klaim-klaim yang Tidak Bisa Dibenarkan: Orang ini sering kali membuat klaim-klaim yang berlebihan atau bahkan mustahil.
Menghasut dan Membelah Umat: Orang ini berusaha untuk memecah belah umat Islam dengan cara menyebarkan fitnah dan kebencian.

Cara Mencegah Terjadinya Fitnah Sarra

Meningkatkan Pemahaman tentang Ahlul Bait: Umat Islam perlu memahami dengan benar siapa sebenarnya Ahlul Bait dan apa peran mereka dalam Islam.
Berpegang Teguh pada Al-Quran dan Sunnah: Selalu menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup.
Menjaga Persatuan dan Kesatuan Umat: Hindari perpecahan dan saling menghormati antar sesama muslim.
Memperbanyak Ilmu Agama: Dengan ilmu agama yang kuat, kita akan lebih mudah membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Kesimpulan

Fitnah sarra adalah ancaman serius bagi keutuhan umat Islam. Untuk mencegah terjadinya fitnah ini, kita perlu meningkatkan keimanan, ilmu agama, dan menjaga persatuan umat. Selalu waspada terhadap orang-orang yang mengaku sebagai keturunan Nabi namun perilakunya menyimpang dari ajaran Islam.

Maka dengan jelas, baalwi adalah kaum yang dikutuk nabi, hal itu bisa Anda lihat dari cara mereka ceramah, membuat klaim-klaim sepihak, dan merasa mengaku sebagai keturunan orang mulia.

Informasi yang saya berikan ini bersifat umum dan didasarkan pada pemahaman saya tentang hadis-hadis terkait. Untuk pemahaman yang lebih mendalam, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ulama atau ahli hadis yang sahih.

Akan tapi jangan sama ubed, mereka nggak bisa ngaji, gembongnya jangankan bahas disiplin ilmu, hukum menikah sama makruh saja nggak tau, dan malah gemar membuat dan menyebar hadits palsu. Tapi sama puki-puki dianggap berilmu hanya karena pakai pakaian layaknya ulama.

Lebih baru Lebih lama
Header ADS
Header ADS
Header ADS