Header ADS

Pemakaman Palsu Habib Ba'alwi Kepung Wilayah di Indonesia dan Hasilkan Milyaran Rupiah


Pemakaman palsu Ba’alwi yang dibangun di sekitar Kawasan Walisongo merupakan isu sensitif dan kompleks dengan berbagai implikasi politik dan sejarah.

{tocify} $title={Daftar Isi Artikel}
Alasan di balik pembangunan pemakaman palsu ini beragam, namun beberapa yang paling sering disebutkan adalah:

Upaya Mengubah Status Sejarah

Salah satu tujuan utama adalah mengubah status sejarah di Indonesia, terutama di kawasan Makam Walisongo. Dengan membangun pemakaman palsu, Ba’alwi berusaha memperkuat klaim historis (Riwayat) mereka atas kawasan tersebut dan melemahkan klaim leluhur setempat.

Memperluas Wilayah Pemukiman Ba’alwi

Pembangunan pemakaman ini seringkali dikaitkan dengan perluasan wilayah pemukiman Ba’alwi di sekitar pemakaman. (Lihat Alap-alap Mataram Saat Membongkar Kuburan Keramat Palsu Ba'alwi)

Pemakaman juga dapat berfungsi sebagai pembatas fisik dan psikologis, serta menghubungkan histori atas keluarga Walisongo. Dengan demikian, orang awam akan menganggap Ba’alwi bagian dari Walisongo.

Mengubah Lanskap Sejarah

Gembong-gembong Ba’alwi berusaha mengubah narasi sejarah di kawasan tersebut dan sekitarnya. Dengan membangun pemakaman palsu, mereka mencoba menciptakan kesan bahwa kehadiran Ba’alwi di wilayah itu sudah berlangsung sejak lama, meskipun banyak bukti sejarah yang bertentangan dengan klaim tersebut.

Memprovokasi Konflik

Tindakan ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk memprovokasi konflik dan meningkatkan ketegangan antara muhibbin Ba’alwi dan Pribumi (Penduduk Setempat)

Pembangunan pemakaman palsu seringkali memicu protes dan demonstrasi dari warga, yang kemudian menjadi konflik internal antara muki-muki (Muhibbin) dan warga non muhibbin.

Penutup

Itulah sekelumit ulasan kenapa wilayah-wilayah di bagian Indonesia ke kepung pemakaman palsu Habib Ba'alwi Yaman. Selain untuk mengubah histori sejarah, mereka juga memanfaatkan pekuburan keramat wali palsu ini untuk dijadikan lahan pencarian uang dengan melalui kotak amal (Lihat video yang beredar saat mereka membongkar kotak amal).

Lalu siapa yang harus bertanggung jawab dengan hal tersebut? Menurut penelusuran, ormas yang bernama Petanesia yang harus bertanggung jawab yang di dirikan lupit bin yuya itu, karena dengan sengaja dan secara berjamaah membabi buta membuat kuburan-kuburan keramat baalwi palsu diberbagai tempat dan wilayah.

Oleh: Hendri Asmoro
Lebih baru Lebih lama
Header ADS
Header ADS
Header ADS